Sejarah Akademi Maritim Suaka Bahari

PENGANTAR

Akademi Maritim Suaka Bahari Cirebon atau yang biasa disebut AKMI secara Nasional diakui sebagai salah satu Akademi Maritim terkemuka di Indonesia. Didirikan pada tahun 1987, AKMI adalah salah satu Akademi Maritim di Cirebon dan secara berkesinambungan tumbuh menjadi pusat Sekolah Tinggi Maritim yang canggih dan modern. Tujuan AKMI adalah mencapai tingkat terbaik dalam bidang Kenautikaan, Teknik Permesinan Kapal serta Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga yang bisa berkompetisi baik di tingkat regional maupun global. Sebagai salah satu Akademi Maritim di Indonesia, AKMI berupaya memaksimalkan potensi-potensi guna mencetak pelaut-pelaut hebat yang tentunya telah didukung penuh oleh pemerintah seperti yang telah di canangkan Presiden untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Hal ini dapat dicapai melalui sejumlah besar program-program pendidikan dalam bidang Kenautikaan, Teknik Permesinan Kapal serta Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga.
Dewasa ini, dengan lebih dari 3.000 lulusan di dunia lapangan kerja, alumni AKMI berada pada posisi kuat untuk menduduki berbagai jabatan di berbagai perusahaan pelayaran, baik di tingkat nasional maupun internasional. Komitmen tak tergoyahkan AKMI untuk menciptakan dan mempertahankan sistem pendidikan terbaik telah mendorong Akademi ini menetapkan standar internasional yang baru. Lulusan-lulusan AKMI yang istimewa telah menarik perhatian banyak perusahaan-perusahaan pelayaran yang selanjutnya berbuah pada upaya kerjasama. Beberapa kerjasama yang dapat disebutkan, antara lain, dengan PT. Pelayaran Tempuran Emas Tbk, Humpuss Group, PT. Megatech Mandiri Setia, Jakarta Lloyd, Gesury Lloyd, dan masih banyak lagi lainnya.
AKMI memiliki kampus yang terletak di wilayah yang strategis yaitu di Ciperna, Kabupaten Cirebon. Kampus terletak di tanah hijau seluas lebih dari 20 ribu meter persegi. Secara keseluruhan AKMI memiliki 5 gedung bangunan yang tersebar di area kampusnya yang diperuntukkan sebagai sarana berbagai aktivitas baik taruna maupun sivitas akademika, sekarang AKMI juga sedang proses dibangun 2 laboratoriun baru yakni Laboratorium Simulator untuk Nautika dan Teknika.

 

SEJARAH

Akademi Maritim (AKMI) Suaka Bahari Cirebon didirikan pada tanggal 26 Desember 1987 dengan nama Akademi kemaritiman Indonesia di singkat AKIN di bawah naungan Yayasan Suaka Bahari Cirebon, badan hukum yayasan didirikan berdasarkan akta notaris Atiyah Djahari, SH notaris di kabupaten Cirebon nomor 31 tanggal 26 Desember 1987 dengan program studi :
1. Nautika
2. Teknika
3. Ketatalaksanaan pelayaran Niaga dan Kepelabuhanan

Pada tahun 1988 AKIN berubah nama menjadi Akademi Teknologi Kemaritiman (ATEKMAN) dan akhirnya pada tanggal 16 April 1990 berdasarkan hasil evaluasi Tim Kopertis wilayah IV Jawa Barat, ATEKMAN berubah nama menjadi Akademi Maritim (AKMI) Suaka Bahari Cirebon sampai dengan sekarang.

Adapun pengakuan status yang dimiliki oleh Akademi Maritim (AKMI) Suaka Bahari Cirebon di antaranya adalah:
Dari Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi Indonesia:

  1. Status terdaftar, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia No. 0288/0/1990 tanggal 16 April 1990 untuk program Studi Nautika, Teknika dan KPN jenjang program D-III.
  2. Status terakreditasi diakui, berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia no. 276/DIKTI/Kep./1994 untuk program Studi Nautika, Teknika dan untuk program studi KPN no. 53/DIKTI/Kep./1995 jenjang program D-III.
  3. Perpanjangan ijin penyelenggaraan program studi dari Dirjen Dikti yaitu nomor: 3157/D/T/2003 tanggal 27 oktober 2003 untuk prodi Nautika (10240); nomor 3158/D/T/2003 tanggal 27 oktober 2003 untuk prodi Teknika (10241); nomor 3159/D/T/2003 tanggal 27 oktober 2003 untuk prodi KPN (21060)
  4. Akreditasi BAN-PT untuk program studi Nautika, Teknika dan KPN no. 117/SK/BAN-PT/Akred/Dpl-III/V/2014 tanggal 3 mei 2014.

Dari kementrian Perhubungan Republik Indonesia:

  1. Status terdaftar, berdasarkan keputusan kepala Pudat Pendidikan dan Latihan perhubungan Laut Badan Diklat Perhubungan Departemen perhubungan Republik Indonesia No. SK. 171/DL/206/PDL-91 tanggal 15 November 1991.
  2. Status Rekomendasi, berdasarkan sertifikat Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Republik Indonesia no. DL.002/b.237/PDL.2009 tentang Rekomendasi untuk menyelengarakan Program diklat bidang keahlian Nautika dan Teknika tingkat sertifikasi III dengan klasifikasi B.

Nautika

NautikaMemiliki kompetensi sebagai ahli Nautika pelayaran Niaga TK III (ANT-III) dari kementrian perhubungan c.q Dirjen Perhubungan laut yang berlaku diseluruh dunia.

Read more...

Teknika

TeknikaMemiliki kompetensi sebagai ahli Teknika pelayaran Niaga TK III (ATT III) dari Kementrian perhubungan c.q. Dirjen Perhubungan laut yang berlaku diseluruh dunia.

Read more...

KPN

KPNMemiliki Kompetensi untuk bekerja sebagai ahli tata laksana/administrasi bidang “Port Shipping Management” berbagai perusahaan kepelabuhan.

Read more...

Go to top